Wednesday, on 16-05-2012
Duluu... pada saat zamannya R.A Kartini mungkin
masih banyak orang yang menganggap wanita itu sebagai sosok yang lemah,
wanita itu tidak bisa melakukan hal-hal besar selain hanya melakukan
pekerjaan rumah saja, bahkan pendidikanpun masih di anggap sebagai
haknya para kaum pria dengan anggapan "Setinggi apapun wanita belajar
dan memperoleh pendidikan pada akhirnya hanya akan kembali ke dapur
saja"
Hmmmmmmmm..... Ironi memang, Seorang wanita yang seharusnya memiliki ilmu dan wawasan yang tinggi sebagai bekal untuk mendidik anak-anaknya malah di perlakukan dengan perlakuan yang tidak selayaknya.
Itu DULUUUUUUuuu........
Lalu apakah sekarang masih ada anggapan-anggapan seperti itu..?? Setelah seorang Kartini berjuang keras mengangkat derajat seorang wanita agar memperoleh keadilan dan kesetaraan dengan seorang pria..????
Jawabannya "Mungkin Saja ada tapi mungkin hanya sebagian kecil orang saja"
Di sini saya memang berbicara sebagai seorang pria, tapi saya berbicara sebagai SEORANG PRIA YANG PEDULI, CINTA DAN BANGGA TERHADAP SEORANG WANITA...
Mengapa demikian..?
Karena ibu saya seorang wanita,Karena saya keluar dari perut seorang wanita, karena saya tinggal dan hidup dengan ibu yang juga seorang wanita, karena saya di sayangi, di kasihi, di cintai, di hidupi, di bahagiakan dan di nafkahi oleh ibu yang juga seorang wanita.
Siapa bilang wanita tidak bisa melakukan apa yang pria bisa lakukan...??
Lihat saja ibu saya, Dia seorang wanita tapi dia mampu menjadi seorang ibu sekaligus menjadi seorang ayahhhhhh...
Siapa bilang wanita tidak bisa melakukan hal-hal besar...??
Lihat saja ibu Mega, beliau seorang wanita tapi beliau mampu memimpin Indonesia yang begitu besar dan luasnya
Siapa bilang wanita lemah tidak berdaya..??
Lihat saja Martha Christina Tiahahu, dia seorang wantia tapi dia berani mengangkat senjata berperang membela Indonesia
Lalu apa bedanya seorang wanita dengan pria..??
Ya,, Wanita dan pria memang memiliki peran yang berbeda.. Tapi kita sama-sama sebagai manusia yg memiliki hak, kedudukan dan derajat yang sama.
Hmmmmmmmm..... Ironi memang, Seorang wanita yang seharusnya memiliki ilmu dan wawasan yang tinggi sebagai bekal untuk mendidik anak-anaknya malah di perlakukan dengan perlakuan yang tidak selayaknya.
Itu DULUUUUUUuuu........
Lalu apakah sekarang masih ada anggapan-anggapan seperti itu..?? Setelah seorang Kartini berjuang keras mengangkat derajat seorang wanita agar memperoleh keadilan dan kesetaraan dengan seorang pria..????
Jawabannya "Mungkin Saja ada tapi mungkin hanya sebagian kecil orang saja"
Di sini saya memang berbicara sebagai seorang pria, tapi saya berbicara sebagai SEORANG PRIA YANG PEDULI, CINTA DAN BANGGA TERHADAP SEORANG WANITA...
Mengapa demikian..?
Karena ibu saya seorang wanita,Karena saya keluar dari perut seorang wanita, karena saya tinggal dan hidup dengan ibu yang juga seorang wanita, karena saya di sayangi, di kasihi, di cintai, di hidupi, di bahagiakan dan di nafkahi oleh ibu yang juga seorang wanita.
Siapa bilang wanita tidak bisa melakukan apa yang pria bisa lakukan...??
Lihat saja ibu saya, Dia seorang wanita tapi dia mampu menjadi seorang ibu sekaligus menjadi seorang ayahhhhhh...
Siapa bilang wanita tidak bisa melakukan hal-hal besar...??
Lihat saja ibu Mega, beliau seorang wanita tapi beliau mampu memimpin Indonesia yang begitu besar dan luasnya
Siapa bilang wanita lemah tidak berdaya..??
Lihat saja Martha Christina Tiahahu, dia seorang wantia tapi dia berani mengangkat senjata berperang membela Indonesia
Lalu apa bedanya seorang wanita dengan pria..??
Ya,, Wanita dan pria memang memiliki peran yang berbeda.. Tapi kita sama-sama sebagai manusia yg memiliki hak, kedudukan dan derajat yang sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar